AIESEC in UGM kembali menyelenggarakan Global Village Summer Peak 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Mengusung tema “Celestial Mosaic: A Universe of Cultures”, festival budaya internasasional ini mengajak ratusan peserta untuk menjelajahi keberagaman budaya dari berbagai negara sekaligus memperkuat nilai toleransi antarbangsa. Acara dibuka dengan Roll Dance, dilanjutkan Exchange Participant Parade yang menampilkan peserta internasional mengenakan pakaian tradisional negara mereka, kemudian sambutan dan pengenalan program Global Village serta Global Volunteer. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian lokal Niskala Dwipantara oleh BSO Sasoebah UGM sebelum peserta mengunjungi tujuh booth internasional yang menghadirkan budaya dari berbagai negara melalui makanan khas, pakaian tradisional, permainan, bahasa, hingga cerita tentang kehidupan di negara asal masing-masing. Para peserta juga mengenakan batik sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada peserta internasional.
Keberagaman budaya semakin terasa hidup melalui sesi International Performance yang menampilkan tarian tradisional, pertunjukan musik, dan penampilan orisinal dari para Exchange Participants. Interaksi lintas budaya diperdalam melalui sesi Collaborative Space, di mana peserta dan Exchange Participants bersama-sama membuat sebuah karya sambil berbagi cerita mengenai kehidupan dan budaya masing-masing, membuktikan bahwa perbedaan budaya dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarbangsa. Di penghujung acara, Singapura meraih penghargaan The Best Booth, sementara India dinobatkan sebagai The Most Favorite Booth berkat penyajian budaya yang interaktif dan mampu melibatkan peserta secara aktif.
Global Village juga menjadi ruang tumbuh bagi para panitia dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Sherlina, salah satu panitia Global Village Summer Peak 2026, mengungkapkan kesan mendalam dari pengalamannya terlibat dalam kepanitiaan berskala besar untuk pertama kalinya. “Ini adalah pertama kali aku mengikuti event kepanitiaan yang besar, dan Global Village memberikan pengalaman yang luar biasa untuk aku bisa berkembang. Aku berharap Global Village ke depannya dapat terus membangun sinergi yang baik agar acara dapat berlangsung semakin lancar dan memberikan dampak yang lebih besar,” ujarnya.
Bagi para peserta, Global Village menjadi pintu pertama untuk mengenal dunia. Zaki, mahasiswa baru UGM yang mengetahui acara ini melalui media sosial, menyampaikan motivasinya bergabung. “Karena waktu orientasi mahasiswa masih lama, jadi saya memutuskan untuk mengikuti Global Village untuk menambah relasi, pengalaman, dan juga saya ingin mengenal lebih dalam sebenarnya budaya-budaya dari berbagai negara itu seperti apa,” ujarnya. Antusiasme peserta terbukti dari hadirnya pengunjung yang kembali menghadiri Global Village setelah mengikuti penyelenggaraan tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa festival ini telah menjadi ruang tahunan yang dinantikan karena selalu menghadirkan konsep dan pengalaman budaya yang segar.
Melalui Global Village Summer Peak 2026, AIESEC in UGM berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki wawasan global, menghargai keberagaman, dan berani membangun koneksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya. Sejalan dengan visi AIESEC dalam mengembangkan kepemimpinan anak muda melalui pengalaman lintas budaya, Global Village diharapkan tidak hanya menjadi festival budaya, tetapi juga menjadi langkah awal lahirnya generasi yang mampu menjadi jembatan kolaborasi di tengah masyarakat global yang semakin beragam.