Tim Selokan Mataram dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukir prestasi membanggakan di ajang internasional dengan meraih gelar Juara 1 dalam International Geothermal Case Study Competition pada Oil and Gas Intellectual Parade (OGIP) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh HMTM UPN “Veteran” Yogyakarta bersama IATMI SM UPN, SPE UPN SC, INAGA UPNVY SC, dan Patrapala “Petroleum Adventure”, dengan dukungan Geoenergis sebagai case collaborator, dan berlangsung pada 2–3 Mei 2026. Tim yang kembali meraih podium tertinggi ini beranggotakan Muhammad Nabil Hafiz dan Abdi Yuridan Arsya dari Teknik Mesin, serta Jihan Fathin Salsabila dan Lailum Lutvi Sahrudin dari Teknik Geologi, kesemuanya dari angkatan 2023 dan 2024, di bawah bimbingan Dr. Ir. Kartika Palupi Savitri, S.T., M.Sc. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan konsistensi Tim Selokan Mataram dalam bersaing dan berprestasi di kompetisi panas bumi tingkat internasional.
Kompetisi OGIP 2026 mengusung tema besar “Optimizing Geothermal Potential to Accelerate the Clean and Sustainable Energy Transition” dan menempatkan para finalis pada skenario yang mensimulasikan kondisi industri yang sesungguhnya. Dalam babak final, tim ditantang untuk berperan sebagai representasi perusahaan panas bumi internasional yang baru memasuki pasar Indonesia, kemudian mempresentasikan rekomendasi strategis berupa keputusan Go/No-Go secara menyeluruh di hadapan panel juri ahli. Dewan juri yang hadir terdiri dari praktisi berpengalaman, termasuk Deputy Head of SHE di Star Energy Geothermal serta Geoscientist dan Reservoir Engineer dari Geoenergis. Tekanan kompetisi yang menyerupai kondisi kerja nyata ini menjadikan OGIP 2026 sebagai ujian kompetensi yang sesungguhnya bagi setiap tim peserta.
Berdasarkan hasil asesmen geosains yang mendalam, Tim Selokan Mataram mengidentifikasi Lapangan DELTA sebagai sistem panas bumi dominasi cair dengan temperatur reservoir menengah di kisaran 126–162°C, dan merancang target kapasitas pengembangan pembangkit listrik sebesar 28 MWe. Untuk menjawab tantangan tingginya risiko eksplorasi di Indonesia, tim mengusulkan strategi pengembangan bertahap yang dimulai dengan pengeboran sumur slim hole pada fase awal eksplorasi sebelum melakukan ekspansi ke pengeboran sumur produksi standar secara masif. Langkah kehati-hatian ini dirancang secara khusus untuk meminimalkan risiko investasi pada tahapan paling kritis dalam siklus pengembangan lapangan. Di sisi fasilitas permukaan, tim memilih teknologi Binary Organic Rankine Cycle (ORC) dengan fluida kerja n-pentane, sebuah teknologi siklus tertutup mutakhir yang memungkinkan 100% reinjeksi fluida kembali ke reservoir sehingga menghasilkan dampak lingkungan yang sangat minim.
Rancangan teknis yang komprehensif tersebut juga didukung oleh fondasi ekonomi yang kokoh. Dari model finansial yang disusun secara cermat, proyek Lapangan DELTA dinyatakan sangat layak secara investasi, dengan salah satu indikator utamanya adalah proyeksi titik balik modal atau payback period yang dapat dicapai dalam kurun waktu 13 tahun. Kelayakan ekonomi ini menjadi elemen krusial yang membuktikan bahwa solusi teknis yang diajukan tim tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis dan bankable untuk diimplementasikan oleh pelaku industri. Keterpaduan antara kedalaman analisis geosains, kecanggihan rancangan teknis, dan soliditas kajian ekonomi inilah yang pada akhirnya mengantarkan Tim Selokan Mataram ke puncak podium.
Perwakilan Tim Selokan Mataram menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari dedikasi kolektif dan sinergi lintas disiplin yang dibangun sejak awal, sekaligus mengungkapkan harapan agar karya mereka dapat memberikan dampak nyata bagi industri panas bumi nasional. “Pencapaian Juara 1 dan kembali naik ke atas podium ini merupakan hasil dari dedikasi, sinergi lintas disiplin, dan proses belajar yang tak pernah henti dari setiap anggota tim. Kasus yang diberikan benar-benar merepresentasikan tantangan nyata transisi energi di Indonesia. Kami berharap pengembangan daya 28 MWe yang kami rancang tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi bisa menjadi sumbangsih pemikiran kami bagi industri panas bumi nasional,” ujar perwakilan tim. Keberhasilan di panggung OGIP 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas analitis dan visi strategis untuk memimpin percepatan transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Penulis : Jihan Fathin Salsabila
Penyunting : Naja Ganiswara Ramadhani
