Di tengah meningkatnya ancaman abrasi dan perubahan iklim di pesisir selatan Yogyakarta, ratusan mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat turun langsung menanam 1.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Jangkaran, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, 24 Mei 2026. Kegiatan bertajuk “Plant Today, Protect Tomorrow” ini digelar oleh Universitas Gadjah Mada melalui Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap krisis lingkungan dan kerusakan ekosistem pesisir yang semakin mengkhawatirkan. Sekitar 250 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa sarjana dan pascasarjana, pelajar SMA, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum, turut ambil bagian dalam aksi kolektif ini. Penanaman mangrove dipilih sebagai bentuk intervensi ekologis yang konkret, mengingat kemampuan tanaman ini dalam menyerap karbon biru sekaligus menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi dan dampak perubahan iklim.
Norol Latifah, Ketua Umum HMP Pascasarjana UGM, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni penanaman pohon, melainkan bagian dari gerakan moral yang lebih besar untuk membangun kesadaran ekologis masyarakat di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Ia merujuk pada laporan G20 tahun 2020 yang menunjukkan suhu global telah meningkat sekitar 1,4 derajat Celsius dan berpotensi mencapai 3,9 derajat Celsius pada tahun 2100 apabila tidak ada langkah konkret yang diambil. “Melalui aksi kecil yang dilakukan hari ini, kami berharap lahir dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan. Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Norol juga menekankan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi UGM dalam mendorong implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam aksi yang berdampak nyata. Menurutnya, kegiatan ini masuk dalam kategori Grade 1 penilaian organisasi mahasiswa UGM, khususnya pada poin Peduli Lingkungan, sekaligus mendukung indikator Publikasi dan Berita SDGs serta Publikasi Media. Di penghujung sambutannya, ia menyampaikan harapan agar pohon-pohon yang ditanam dapat terus dirawat dan menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang. “Harapan kami, pohon-pohon yang ditanam hari ini nantinya dapat dirawat bersama dan menjadi legacy atau warisan lingkungan bagi masyarakat Kulon Progo di masa depan,” tutupnya.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa Pascasarjana UGM dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Beliau berharap kepedulian yang ditunjukkan dalam kegiatan ini dapat terus menginspirasi upaya pelestarian alam di tingkat yang lebih luas. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada atas kepedulian, partisipasi, dan dukungannya dalam menjaga alam. Mudah-mudahan alam Indonesia selalu terjaga dan Indonesia menjadi negara yang lestari dengan lingkungan yang tetap terpelihara,” katanya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Direktorat Kemahasiswaan UGM yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan, Musthofa Anshori, yang menilai keterlibatan mahasiswa dalam aksi lingkungan sebagai bentuk nyata implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Sejumlah pihak turut terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini, di antaranya PolAirud Polda DIY, Dosen Geomatika UGM I Made Andi Arsana, Manager Kerjasama Teknik UGM Nur Abdillah Siddiq, serta NGO kepemudaan Arah Pemuda Indonesia. Keterlibatan lintas sektor ini mencerminkan kuatnya kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah daerah, aparat, komunitas, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan secara bersama-sama.
Sambutan positif mengalir dari para peserta maupun warga setempat. Salah satu volunteer mengungkapkan rasa syukurnya atas tersedianya ruang bagi anak muda untuk berkontribusi langsung dalam menjaga lingkungan. “Kami senang karena ada wadah untuk menyalurkan kepedulian terhadap alam. Keinginan menjaga lingkungan bisa diwujudkan melalui aksi nyata seperti penanaman mangrove ini,” ujarnya. Warso, warga Jangkaran, juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas kepedulian para peserta terhadap lingkungan desanya. “Terima kasih sudah berkunjung dan peduli terhadap alam di desa kami. Mudah-mudahan upaya kecil ini bisa membawa dampak besar bagi lingkungan,” ungkapnya. Bagi HMP Pascasarjana UGM, menanam mangrove hari ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam harapan agar generasi mendatang tetap memiliki pesisir yang lestari dan lingkungan yang terjaga.
Penulis: Humas Himpunan Mahasiswa Pascasarjana
Penyunting: Naja Ganiswara Ramadhani