Unit Kesehatan Mahasiswa (Ukesma) Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui kegiatan Bina Desa Sehat yang diselenggarakan di Dusun Ledok Gowok, Kelurahan Caturtunggal, Sleman, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Mengusung tema “Harmoni Desa di Era Digital: Menjaga Bening Mata, Merawat Pandangan Bangsa”, kegiatan ini berfokus pada edukasi kesehatan mata di tengah meningkatnya penggunaan gawai pada anak dan remaja. Tingginya angka penggunaan perangkat elektronik di kalangan anak usia dini menjadi latar belakang utama dipilihnya isu kesehatan mata sebagai fokus kegiatan tahun ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, sebanyak 33,44% anak usia dini telah menggunakan gawai dan 24,96% di antaranya telah mengakses internet, sebuah angka yang mencerminkan besarnya potensi dampak terhadap kesehatan visual generasi muda.
Di era Revolusi Industri 4.0, paparan berlebih terhadap layar elektronik tidak hanya berisiko mengganggu kesehatan mata, tetapi juga dapat menghambat perkembangan sensorik dan motorik anak akibat berkurangnya stimulasi fisik dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Kondisi ini menjadikan edukasi kesehatan mata sejak dini sebagai langkah yang sangat relevan dan mendesak, terutama di lingkungan masyarakat yang belum sepenuhnya memahami risiko tersebut. Kegiatan Bina Desa Sehat hadir sebagai respons konkret terhadap kebutuhan tersebut, menghadirkan pendekatan edukatif yang menyentuh langsung kehidupan warga melalui berbagai program yang interaktif dan inklusif. Dengan melibatkan tenaga kesehatan profesional dan dokter residen dari FKKMK UGM, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang akurat sekaligus pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta.
Kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan interaktif yang disampaikan oleh Bapak Ardhitya Sejati, S.K.M., M.K.M., tenaga kesehatan dari Puskesmas Depok III. Materi yang dibawakan mencakup pentingnya pencahayaan yang baik saat membaca, menjaga jarak pandang yang aman dengan layar, membatasi durasi penggunaan gawai, hingga kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan mata dalam keseharian. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi ini dan aktif terlibat dalam diskusi bersama pemateri. Selain penyuluhan, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan mata berupa pengecekan plus minus serta tes buta warna yang didampingi oleh tiga Dokter Residen dari FKKMK UGM, yakni dr. Tamara Izuni, dr. Agieska Amalia, dan dr. Yogei Hasdiansyah.
Rangkaian acara semakin meriah dengan diselenggarakannya sesi tanya jawab dan kuis interaktif berhadiah sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta. Kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan poster bertema kesehatan mata oleh peserta sebagai media ekspresi kreatif sekaligus sarana edukasi yang dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan di lingkungan sekitar mereka. Acara kemudian ditutup dengan aksi komitmen bersama melalui cap tangan sebagai simbol janji peserta untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kesehatan mata di era digital. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memastikan bahwa pesan edukasi tidak hanya tersampaikan, tetapi juga diinternalisasi secara mendalam oleh seluruh peserta.
Farissa, Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat Ukesma UGM, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran nyata di kalangan peserta, khususnya generasi muda, untuk mulai merawat kesehatan mata sejak dini. Beliau juga berharap Bina Desa Sehat dapat terus hadir sebagai wadah edukasi yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat. “Diharapkan teman-teman dan adik-adik dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mata serta meningkatkan kesadaran untuk merawat penglihatan sejak dini,” ujarnya.
Respons positif juga datang dari warga Dusun Gowok. Bu Nia, salah satu warga yang hadir, mengakui bahwa penggunaan gawai oleh anak-anak di lingkungannya, terutama saat hari libur, sering kali sulit untuk dikendalikan. Kehadiran kegiatan seperti ini dinilainya sangat bermanfaat, baik sebagai sarana edukasi maupun sebagai alternatif aktivitas positif bagi anak-anak. “Anak-anak kalau libur sering pegang HP terus. Kalau sudah punya HP sendiri biasanya main game, kalau sore ke TPA, tapi kalau tidak ada kegiatan bisa full main HP. Jadi kegiatan seperti ini bagus untuk mengisi aktivitas mereka sekaligus memberikan edukasi,” ujar Bu Nia. Ia juga mengapresiasi adanya layanan pemeriksaan mata dan berharap agar program serupa dapat kembali dihadirkan dengan cakupan yang lebih luas, termasuk bagi para orang tua, di kesempatan mendatang. Melalui kegiatan Bina Desa Sehat ini, Ukesma UGM berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mata dan lebih bijak dalam penggunaan gawai di kehidupan sehari-hari.
Penulis : Humas UKESMA UGM
Penyunting : Naja Ganiswara Ramadhani
