Mini Concert #18 “Setapak Cakrawala: Meniti Lara Menuju Asmara” telah sukses diselenggarakan pada 30 Mei 2026 di Park van Militaire Sociëteit, Taman Budaya Yogyakarta. Konser ini merupakan hasil karya dan kolaborasi anggota Gadjah Mada Chamber Orchestra (GMCO) batch #18, yang menghadirkan pertunjukan musikal dengan balutan narasi perjalanan emosional tentang cinta.
Mengusung tema “Setapak Cakrawala: Meniti Lara Menuju Asmara”, konser ini menggambarkan proses perjalanan perasaan manusia yang tidak selalu berjalan mulus. Dimulai dari fase kekecewaan dan kehilangan, perjalanan tersebut berlanjut menuju penerimaan, keikhlasan, dan proses berdamai, hingga akhirnya mengarah pada harapan akan cinta yang lebih utuh, layaknya cakrawala yang menjadi batas pandang, namun tetap menjanjikan keberlanjutan di baliknya. Tema percintaan dipilih karena sifatnya yang universal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini diharapkan mampu membuat audiens lebih mudah terhubung dengan setiap karya yang dibawakan. Seluruh setlist dalam konser ini menggunakan lagu-lagu Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap industri musik dalam negeri sekaligus upaya menghadirkan pertunjukan yang dapat dinikmati oleh berbagai generasi.
Konser dimulai dengan pembukaan pintu pada pukul 18.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan fase pertama, “Lara”, pada pukul 19.00 WIB yang menghadirkan nuansa emosional penuh konflik dan kesedihan. Pertunjukan kemudian berlanjut ke fase “Asmara” pada pukul 20.20 WIB yang merepresentasikan harapan dan kebahagiaan. Lebih dari 300 penonton hadir dan memenuhi area pertunjukan, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap konsep yang diusung.
Di balik pertunjukan yang tersaji di atas panggung, proses latihan menjadi ruang pembentukan kedisiplinan dan koordinasi antar anggota. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat serta berbagai hambatan yang ada, setiap individu dituntut untuk mampu menjalankan perannya secara maksimal dalam sistem yang saling bergantung. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc. selaku Pembina GMCO, “Tidak hanya berlatih untuk memainkan melodi, tetapi juga berlatih bekerjasama dan bertanggungjawab dengan bagiannya sendiri.”
Keunikan dari Mini Concert #18 terletak pada keterlibatan seluruh anggota sebagai bagian dari panitia, baik pemain maupun manajer, dengan total lebih dari 60 mahasiswa yang berkontribusi aktif. Proses persiapan yang berlangsung sejak Februari hingga April 2026 dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti jadwal akademik, UTS, dan libur Hari Raya, yang menuntut komitmen serta koordinasi yang tinggi dari seluruh tim. Keterlibatan penuh seluruh anggota sebagai panitia menjadikan Mini Concert #18 tidak hanya sebagai ruang pertunjukan, tetapi juga sebagai pengalaman organisasi yang intens. Anggota tidak hanya berperan sebagai musisi, tetapi juga sebagai perancang, pengelola, dan pelaksana acara secara langsung.
Project Manager Mini Concert #18, David Grace Daniel Asaganda, menekankan bahwa pengalaman dalam kegiatan ini diharapkan mampu melampaui aspek akademik semata dan menjadi ruang pengembangan yang lebih luas bagi mahasiswa. “Harapannya bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan talenta yang tidak hanya akademik, tetapi non-akademik, yang membanggakan Universitas Gadjah Mada,” ujarnya. Ia juga menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini dapat memperkuat kepercayaan diri sekaligus membuka peluang untuk mengasah potensi di berbagai bidang. Dengan terselenggaranya Mini Concert #18, GMCO tidak hanya menghadirkan sebuah pertunjukan, tetapi juga menunjukkan bahwa kolaborasi, dedikasi, dan semangat kolektif mampu melahirkan karya yang bermakna serta relevan bagi masyarakat.
Penulis: Ridho Desriansyah Putra
Penyunting: Naja Ganiswara Ramadhani