Yogyakarta, 20 April 2026 — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Judo Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Ju-Jitsu Daerah Istimewa Yogyakarta 2026. Kompetisi bergengsi ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai klub dan institusi di wilayah DIY, menjadikannya salah satu ajang paling kompetitif di tingkat daerah dalam cabang olahraga grappling. Pertandingan berlangsung meriah dengan diikuti oleh peserta dari beragam latar belakang, mulai dari atlet pemula hingga atlet tingkat lanjut yang telah berpengalaman. Kehadiran kontingen UKM Judo UGM dalam ajang ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mengembangkan prestasi mahasiswa di bidang olahraga.
Kejurda Ju-Jitsu DIY 2026 merupakan ajang yang mempertandingkan dua format utama, yakni kategori Gi yang menggunakan kimono atau seragam khusus, serta kategori No-Gi yang bertanding tanpa seragam tersebut. Kedua format ini menuntut kemampuan teknik dan strategi yang berbeda, sehingga para atlet dituntut memiliki penguasaan yang menyeluruh atas berbagai aspek grappling. Kompetisi digelar dengan sistem pertandingan yang ketat dan diawasi oleh wasit bersertifikasi, memastikan setiap pertandingan berjalan secara profesional dan adil. Ajang ini menjadi tolok ukur perkembangan olahraga ju-jitsu di wilayah DIY sekaligus wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan mereka di lingkungan kompetitif.
Dalam ajang tersebut, tiga atlet UKM Judo UGM tampil impresif dan berhasil naik podium di berbagai kategori. Jibril, mahasiswa Fakultas Filsafat, menjadi salah satu atlet paling produktif dengan meraih dua medali perak sekaligus, yakni pada kategori -69 kg Gi dan kategori -69 kg No-Gi, menunjukkan kemampuan adaptasinya yang tinggi di kedua format pertandingan. Marcell, mahasiswa Fakultas MIPA, tampil paling gemilang di antara rekan-rekannya dengan menyabet medali emas bergengsi pada kategori Gi -77 kg, sebuah pencapaian yang menempatkan dirinya sebagai juara terbaik di kelasnya. Sementara itu, Tian dari Fakultas Geografi turut menyumbangkan kontribusi signifikan bagi tim dengan meraih medali perak pada kategori Gi +84 kg dan medali perunggu pada kategori No-Gi +84 kg, melengkapi koleksi medali kontingen UKM Judo UGM di kejuaraan ini.
Keberhasilan ini mencerminkan komitmen UKM Judo UGM dalam mengembangkan potensi atletnya tidak hanya di cabang judo, tetapi juga dalam olahraga bela diri serumpun seperti ju-jitsu yang memiliki kesamaan dalam fondasi teknik grappling. Program latihan yang terstruktur dan progresif memungkinkan para atlet untuk beradaptasi dengan baik terhadap tuntutan teknis kedua cabang olahraga tersebut. Pendekatan pelatihan yang menyeluruh dan berkelanjutan terbukti mampu meningkatkan kualitas atlet secara signifikan, sehingga mereka dapat tampil kompetitif di tingkat daerah. Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa UKM Judo UGM terus tumbuh sebagai salah satu wadah pembinaan atlet bela diri yang produktif di lingkungan perguruan tinggi.
Prestasi yang diraih para atlet tidak terlepas dari peran aktif pelatih yang konsisten memberikan arahan teknis dan motivasi selama proses persiapan hingga hari pertandingan. Dukungan keluarga dan lingkungan pertemanan yang positif juga menjadi faktor penting yang turut mendorong semangat para atlet untuk terus berlatih dan berkompetisi. Semangat kebersamaan yang terjalin erat antaranggota tim menciptakan atmosfer latihan yang kondusif dan saling mendukung, sehingga setiap atlet mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Disiplin dalam menjalani program latihan, baik dari aspek fisik, teknik, maupun mental, menjadi pondasi utama yang mengantarkan kontingen UKM Judo UGM pada podium kejuaraan.
Lebih dari sekadar perolehan medali, keberhasilan ini mencerminkan keseimbangan antara prestasi akademik dan non-akademik yang berhasil dijaga oleh para mahasiswa UGM di tengah padatnya tuntutan perkuliahan. Ketiga atlet yang berprestasi berasal dari fakultas yang berbeda, yakni Filsafat, MIPA, dan Geografi, membuktikan bahwa semangat berprestasi di bidang olahraga tidak mengenal batas disiplin ilmu. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa dengan manajemen waktu yang baik dan dedikasi yang tinggi, mahasiswa mampu meraih prestasi di berbagai bidang secara bersamaan tanpa harus mengorbankan salah satunya. Secara keseluruhan, raihan di Kejurda Ju-Jitsu DIY 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus motivasi kuat bagi UKM Judo UGM untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pembinaan, dan mencetak lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang.