AIESEC in UGM kembali menyelenggarakan Global Village Summer Peak 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Mengusung tema “Celestial Mosaic: A Universe of Cultures”, festival budaya internasasional ini mengajak ratusan peserta untuk menjelajahi keberagaman budaya dari berbagai negara sekaligus memperkuat nilai toleransi antarbangsa. Acara dibuka dengan Roll Dance, dilanjutkan Exchange Participant Parade yang menampilkan peserta internasional mengenakan pakaian tradisional negara mereka, kemudian sambutan dan pengenalan program Global Village serta Global Volunteer. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian lokal Niskala Dwipantara oleh BSO Sasoebah UGM sebelum peserta mengunjungi tujuh booth internasional yang menghadirkan budaya dari berbagai negara melalui makanan khas, pakaian tradisional, permainan, bahasa, hingga cerita tentang kehidupan di negara asal masing-masing. Para peserta juga mengenakan batik sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada peserta internasional.
AIESEC in UGM mewujudkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan pesisir melalui puncak kegiatan pertama proyek Aquatica, berupa aksi penanaman pohon bakau di Pantai Baros, Yogyakarta, pada 21 Juli 2026. Aquatica merupakan salah satu proyek AIESEC in UGM di bawah divisi Incoming Global Volunteer (IGV) yang berfokus pada upaya konservasi kelautan, sejalan dengan Sustainable Development Goals nomor 14, Life Below Water, yang ditetapkan PBB sejak 2015. Proyek ini diikuti oleh Exchange Participants dari delapan negara serta para Local Volunteer, menjadikannya ruang kolaborasi lintas budaya yang sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi lingkungan. Melalui Aquatica, AIESEC in UGM menegaskan perannya dalam mendorong kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir Indonesia.
UKM Panahan Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan UGM Open Archery Championship (UOAC) Series 3 pada 8–12 Juli 2026 di Stadion Pancasila UGM. Kejuaraan panahan terbuka ini berhasil menarik partisipasi yang luar biasa dengan kehadiran 520 atlet yang tergabung dalam 97 klub dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Para peserta bertanding dalam formasi 45 regu dan 60 mixed team, menjadikan UOAC Series 3 salah satu kejuaraan panahan mahasiswa dengan skala partisipasi terbesar yang pernah digelar di lingkungan kampus UGM. Keberhasilan menyelenggarakan kompetisi berskala nasional ini mencerminkan kapasitas UKM Panahan UGM sebagai penyelenggara yang profesional sekaligus mempertegas posisi UGM sebagai pusat pembinaan olahraga panahan yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Atlet Taekwondo Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di kancah nasional dengan meraih dua medali perak dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup ke-7 Tahun 2026. Kejuaraan yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Indoor Stadium, Tangerang Selatan, Banten, ini diikuti oleh 2.098 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri atas atlet dari masyarakat umum maupun atlet dari lingkungan Polri. Sebagai salah satu kejuaraan Taekwondo paling bergengsi di Indonesia, Kapolri Cup menjadi ajang pembinaan prestasi sekaligus wadah mempererat sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebangsaan melalui olahraga. Kedua medali perak tersebut diraih oleh Yuki Shafa Maheswari, mahasiswi Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM angkatan 2024, yang tampil konsisten menghadapi persaingan ketat atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia.