Yogyakarta, 9 Februari 2026 — AIESEC in Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Global Village Winter Peak 2026 pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Student Center Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Kegiatan ini merupakan festival budaya internasional yang menghadirkan keberagaman budaya dari berbagai negara serta daerah di Indonesia. Melalui rangkaian pertunjukan seni, pameran budaya, dan aktivitas interaktif, Global Village Winter Peak 2026 menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang edukatif dan inklusif bagi masyarakat kampus dan umum.
Global Village Winter Peak 2026 mengusung tema “Beyond Borders, Across The Lost Tide” yang merepresentasikan semangat eksplorasi lintas budaya tanpa batas geografis maupun latar belakang sosial. Tema tersebut mengajak peserta untuk memaknai perbedaan budaya sebagai kekayaan bersama yang mampu memperkuat pemahaman, empati, dan toleransi antarindividu. Melalui pendekatan ini, keberagaman tidak hanya diposisikan sebagai identitas yang berbeda, tetapi juga sebagai ruang dialog dan pembelajaran bersama. Konsep acara dirancang menyerupai sebuah petualangan budaya, di mana setiap peserta diajak menjalani berbagai “misi” interaktif yang mendorong keterlibatan aktif serta interaksi langsung dengan budaya dari berbagai negara, sehingga pengalaman lintas budaya dapat dirasakan secara lebih mendalam dan bermakna.
Koordinator Umum Global Village 2026, Muhammad Alif Aryaguna, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tujuan utama AIESEC dalam mendorong perdamaian melalui pertukaran lintas budaya. Menurutnya, Global Village menjadi salah satu sarana bagi generasi muda untuk mengenal kebudayaan dari berbagai negara maupun kebudayaan Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang berkelanjutan dalam menumbuhkan kesadaran global dan sikap saling menghargai. Dengan demikian, pertukaran budaya dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun perdamaian dan kolaborasi lintas bangsa.
Global Village Winter Peak 2026 menghadirkan beragam rangkaian kegiatan yang menampilkan perjumpaan budaya internasional dan lokal secara interaktif. Salah satu agenda utama adalah Cultural Parade yang menampilkan busana tradisional dari berbagai negara, seperti Myanmar, Taiwan, Nigeria, Timor Leste, dan Pakistan, dengan ragam warna dan simbol budaya khas masing-masing. Acara ini juga menampilkan pertunjukan budaya Indonesia, salah satunya Tari Golek oleh Unit Kegiatan Mahasiswa SWAGAYUGAMA, sebagai bentuk apresiasi terhadap seni tradisional Nusantara. Keseruan kegiatan dilanjutkan melalui sesi Live Countries Booth yang memungkinkan interaksi langsung antara exchange participants dan pengunjung melalui permainan, camilan khas, serta pengenalan budaya. Selain itu, sesi Collaborative Space dan talkshow turut dihadirkan untuk mendorong kolaborasi, kreativitas, serta diskusi lintas budaya bersama exchange participants dan perwakilan mitra profesional.
Pelaksanaan Global Village Winter Peak 2026 didukung oleh berbagai mitra dan pemangku kepentingan, baik dari lingkungan kampus maupun instansi eksternal. Dukungan institusional datang dari GIK UGM, UGM Channel, Office of International Affairs (OIA) UGM, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Balai Pelestarian Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Selain itu, kegiatan ini juga memperoleh dukungan dari sejumlah partner, antara lain Gojek, Joglo Ayu Tenant, Arsada Production, Batik Yudhistira, Batik Putra Boko, Bakpia Jiwa Jogja, Cleo, Sediain Photobooth, dan mitra lainnya. Sinergi antara penyelenggara, institusi, dan partner tersebut berperan penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan serta keberhasilan Global Village Winter Peak 2026.
Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan yang telah terlaksana, Global Village Winter Peak 2026 oleh AIESEC in UGM berhasil diselenggarakan dengan lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi ruang advokasi lintas budaya yang melibatkan masyarakat dalam perayaan keberagaman budaya internasional dan lokal. Global Village diharapkan dapat terus menjadi wadah berkelanjutan untuk memperkuat nilai toleransi, memperluas wawasan global, serta menumbuhkan semangat saling memahami dan menghargai perbedaan di tengah masyarakat.