Sabtu, 17 Oktober 2009, UGM-KSE-BII menyelenggarakan acara tatap muka penerima beasiswa di Auditorium Faultas Kehutanan.
Acara tersebut dihadiri 90 orang mahasiswa Universitas Gadjah Mada penerima beasiswa, dan dihadiri pula oleh Bapak IGM Mantera (Direktur SDM Bank BII), Bapak Hakim Putratama (ULB Bank BII), Bapak Indra C Uno (Ketua Yayasan Mien R Uno Faoundation) serta di buka oleh Drs. Haryanto, M.Si. selaku Direktur Kemahasiswaan.
Pada kesempatan itu diselenggarakan Workshop oleh tiga tamu yang hadir dengan memberikan materi Tips-Memasuki Dunia Kerja, Edukasi Perbankan dan Sosialisasi Program Wirasuha.
Worksho ini diikuti pulaoleh mahasiswa berprestasi dari UI, ITB dan UTS yang diundang untuk hadir mengikuti worskhop yang bertujuan untuk membekali penerima beasiswa dengan soft skill.
Berita
Hari Selasa, 8 September 2009 Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Eka Tjipta Foundation menyelenggarakan pelatihan bagi penerima beasiswa mengenai Climate Change dan Sepuluh Elemen Jurnalisme oleh Charles Wirawan. Pembicara adalah pakar yang telah dilatih oleh Al Gore, pada pelatihan Global Climate Change Leadership, di Melbourne, Asustralia pada bulan Juli 2009. Dan Al Gore adalah penerima penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2007 dan pernah menjadi mantan wakil presiden amerika Serikat ke 45 pada pemerintahan Presiden Bill Clinton tahun 1993-2001. Acara itu sekaligus Launching Program Trackr TSBD Penerima Beasiswa Eka Tjipta Foundation yang dihadiri oleh penerima beasiswa ETF dan mahasiswa yang lain.
Acara itu dibuka oleh direktur Kemahasiswaan Haryanto, M.Si, yang menyampaikan bahwa penerima beasiswa adalah tulang punggung warga UGM yang siap membawa citra yang lebih baik di masyarakat dan mencegah penyalah gunaan kampus oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab.
Dalam pelatihan itu Charles Wirawan menyamopaikan permasalahan global warning dan seputar trik untuk pencegahannya.
GADJAH MADA JOB FAIR 2009, 11 - 12 JULI 2009, DI Grha Shaba Pramana, Universitas Gadjah Mada. Sponsor utama PT GARUDA INDONESIA
Tujuan Pendidikan Indonesia adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab. Tantangannya adalah problem mutu dan relevansi pendidikan yang ditunjukkan oleh rendahnya kemandirian dan kreatifitas lulusan perguruan tinggi. Sementara, ekspektasi dunia kerja saat ini juga sangat mensyaratkan lulusan yang kreatif, inovatif, mampu bekerja dalam tim, komunikatif, adaptif dsb.