Gelanggang Expo (Gelex) 2026 kembali digelar sebagai rangkaian acara tahunan Universitas Gadjah Mada yang memperkenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas, menampilkan talenta mahasiswa yang memukau, serta penampilan spesial dari guest star. Mengusung tema “Gelora Imaji Gelanggang”, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 27–29 Agustus 2026, di Lapangan Pancasila UGM. Tahun ini, Gelex melibatkan seluruh UKM dan komunitas di lingkungan UGM, 224 panitia, serta 635 penampil yang bersama-sama menghadirkan perayaan ekspresi mahasiswa yang meriah dan penuh semangat. Sebagai kegiatan rutin tahunan, Gelex tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi UKM dan komunitas untuk memperkenalkan diri kepada mahasiswa baru maupun civitas akademika UGM yang ingin mengembangkan minat dan bakat mereka.
Berita Slider
UKM Catur Universitas Gadjah Mada menorehkan prestasi membanggakan dalam Turnamen Catur Piala Ketua STIK Cup 2026 yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Turnamen catur mahasiswa tingkat nasional ini berlangsung selama dua hari, pada 22 hingga 23 Agustus 2026, bertempat di Gedung Bhakti Dharma Waspada STIK, Jakarta, dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ajang ini melibatkan partisipasi dari 17 tim yang berasal dari perguruan tinggi negeri, swasta, maupun kedinasan dari berbagai wilayah di Indonesia, menjadikannya kompetisi catur mahasiswa yang representatif dan kompetitif di tingkat nasional. Kontingen UKM Catur UGM yang terdiri dari empat mahasiswa berhasil meraih total tiga penghargaan, yakni Juara 2 kategori beregu perguruan tinggi, Juara 6 kategori perorangan, dan Juara 8 kategori perorangan.
UKM Judo Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di kancah nasional dengan meraih dua medali dalam Kejuaraan Nasional Judo Mahasiswa 2026 yang dilaksanakan di Karawang pada 8–9 Agustus 2026. Kompetisi ini mempertemukan atlet-atlet judo terbaik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan menjadi salah satu ajang judo mahasiswa paling bergengsi di tingkat nasional. Kontingen UKM Judo UGM berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perunggu dari dua kelas yang berbeda, membuktikan konsistensi dan daya saing atlet UGM di tingkat nasional. Capaian ini semakin memperkuat rekam jejak UKM Judo UGM sebagai salah satu wadah pembinaan judo mahasiswa yang terus melahirkan atlet-atlet berprestasi.
UKM Mapagama (Mahasiswa Pencinta Alam Gadjah Mada) telah menyelesaikan kegiatan Lapangan Akhir Gladimadya Panjat Tebing 2026 “Sancara Dhairya Shila” di Tebing Songan, Kintamani, Bali, yang berlangsung selama tujuh hari mulai 13 hingga 19 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh lima peserta, yaitu Aurell Satrianitto P. (Sekolah Vokasi 2025), Haidar Ali (Teknik 2025), Alisya Nailah (Teknik 2025), Bagas Firiyadi (Pertanian 2025), dan Sakhiya Devina Anwar (Kehutanan 2025), dengan Absharin Fatiha Zaira (Sekolah Vokasi 2022) dan Luqman Hasan (Sekolah Vokasi 2023) sebagai pendamping lapangan. Rangkaian kegiatan ini bertujuan menerapkan kemampuan orientasi medan, topografi tebing, sport climbing single pitch, dan multipitch yang telah diperoleh selama proses pendidikan. Tebing Songan memiliki ketinggian mencapai 80 meter dengan karakteristik batuan andesit dan tingkat kesulitan jalur pemanjatan yang beragam, mulai dari grade 4a hingga 8a.
Tim mengawali kegiatan dengan melakukan orientasi medan dan pendataan topografi Tebing Songan. Pendataan dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik medan serta jalur-jalur pemanjatan pada beberapa blok tebing. Dari proses tersebut, tim berhasil mengidentifikasi 30 jalur pemanjatan yang selanjutnya akan dipetakan dalam penyusunan topografi tebing sebagai salah satu output kegiatan. Setelah melakukan orientasi medan, tim melaksanakan pemanjatan pada beberapa blok tebing dengan menerapkan sport climbing single pitch dan multipitch. Dalam pelaksanaannya, tim menerapkan berbagai metode dan teknik pemanjatan, seperti lead climbing, trad climbing, top rope, instalasi fix rope, ascending, descending, belaying, dan cleaning jalur, dengan pembagian tugas yang disesuaikan dengan kebutuhan pemanjatan serta aspek keselamatan. Kegiatan pemanjatan juga dilengkapi dengan vertical documentation untuk mendokumentasikan proses dan aktivitas tim selama berada di medan tebing.
Salah satu tantangan selama kegiatan adalah mengatur pembagian waktu dan tugas di tengah rangkaian pemanjatan yang berlangsung pada beberapa blok tebing secara bersamaan. Kondisi tersebut menuntut komunikasi dan koordinasi antaranggota agar target pemanjatan, dokumentasi, dan pendataan medan dapat berjalan secara bersamaan. Kemampuan tim dalam merespons tantangan ini mencerminkan kematangan manajerial dan kesiapan lapangan yang menjadi inti dari tujuan penyelenggaraan Gladimadya sebagai pendidikan lanjutan bagi anggota muda Mapagama.
Kegiatan Lapangan Akhir Gladimadya Panjat Tebing 2026 “Sancara Dhairya Shila” merupakan bagian dari pendidikan lanjutan bagi anggota muda Mapagama guna memperoleh keanggotaan penuh. Melalui kegiatan ini, anggota tidak hanya menguji kemampuan teknis pemanjatan, tetapi juga mempraktikkan kembali kemampuan yang diperoleh selama pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan manajerial, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan di medan lapangan. Capaian berupa identifikasi dan pemetaan 30 jalur pemanjatan di Tebing Songan menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ujian kemampuan individu, tetapi juga menghasilkan kontribusi dokumentatif yang bermanfaat bagi komunitas panjat tebing yang lebih luas.