AIESEC in UGM mewujudkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan pesisir melalui puncak kegiatan pertama proyek Aquatica, berupa aksi penanaman pohon bakau di Pantai Baros, Yogyakarta, pada 21 Juli 2026. Aquatica merupakan salah satu proyek AIESEC in UGM di bawah divisi Incoming Global Volunteer (IGV) yang berfokus pada upaya konservasi kelautan, sejalan dengan Sustainable Development Goals nomor 14, Life Below Water, yang ditetapkan PBB sejak 2015. Proyek ini diikuti oleh Exchange Participants dari delapan negara serta para Local Volunteer, menjadikannya ruang kolaborasi lintas budaya yang sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi lingkungan. Melalui Aquatica, AIESEC in UGM menegaskan perannya dalam mendorong kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir Indonesia.
Kegiatan Aquatica berhasil menggalang dukungan dari berbagai pihak, termasuk UKM Renang UGM sebagai mitra kolaborasi utama, serta GIK UGM, PLN, Cleo, Konservasi Pantai Pelangi, Mangrove Pantai Baros, Earth Hour, Office of International Affairs UGM, Dinas Pariwisata DIY, dan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Keterlibatan lintas sektor ini mencerminkan semangat kolaborasi yang luas dalam menghadapi persoalan lingkungan secara bersama-sama. Rangkaian kegiatan dibuka dengan sesi jalan pagi yang dipandu oleh Sehat-Sehat(in), sekaligus memberikan edukasi mengenai sejarah Pantai Baros dan pentingnya ekosistem pesisir. Para peserta juga diajak memungut sampah di sepanjang rute menuju bawah Jembatan Kretek 2, banyaknya sampah yang terkumpul menjadi pengingat nyata bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang mendesak untuk dijawab bersama.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi oleh Mangrove Pantai Baros mengenai peran vital pohon bakau dalam ekosistem pesisir. Bakau berfungsi sebagai habitat bagi berbagai biota darat dan laut seperti kepiting, ikan kecil, burung, dan kera; menyerap karbon dioksida untuk mengurangi dampak perubahan iklim; memproduksi oksigen; serta mencegah abrasi pantai. Kondisi Pantai Baros yang mulai mengalami pengikisan tepian menjadikan keberadaan pohon bakau semakin esensial dan mendesak. Edukasi ini kemudian diikuti dengan praktik langsung penanaman 70 bibit pohon bakau oleh para peserta Aquatica di tepian pantai, dengan pendampingan dari tim Mangrove Pantai Baros yang memastikan setiap bibit tertanam dengan baik dan benar.
Melalui rangkaian kegiatan Aquatica, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya ekosistem mangrove, tetapi juga memahami bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Pengalaman belajar yang dipadukan dengan praktik langsung di lapangan diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian yang mendalam terhadap kelestarian ekosistem perairan dan menginspirasi para peserta untuk terus berkontribusi nyata di manapun mereka berada. AIESEC sendiri merupakan organisasi kepemudaan internasional yang independen, non-politik, dan non-profit, yang telah hadir di lebih dari 100 negara sejak 1948 dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan pemuda melalui pengalaman lintas budaya dan proyek sosial. Melalui Aquatica, AIESEC in UGM membuktikan bahwa aksi kolektif generasi muda adalah kunci dalam menjaga kekayaan bahari Indonesia agar tetap lestari bagi generasi yang akan datang.