Dua tim delegasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang National Excellence Competition (NEC) Chapter 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram. Kompetisi esai nasional bergengsi ini mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai universitas di Indonesia untuk bersaing dalam delapan sub bidang perlombaan. Dari delapan sub bidang tersebut, kedua tim UGM berhasil melangkah hingga babak final dan mengukir prestasi yang menempatkan nama UGM di antara universitas-universitas terbaik yang hadir. Tim BioMaggot-ColorSense dari Fakultas Teknologi Pertanian meraih Juara Umum 2nd Place Winner, Gold Medal Final, Best Idea, serta Best Team Final, sementara tim Circular Stage System (CSS) dari Fakultas Ilmu Budaya berhasil meraih Gold Medal sebagai finalis.
Rangkaian kompetisi diawali dengan tahap semifinal, di mana peserta dipilih berdasarkan perwakilan masing-masing sub bidang untuk kemudian memaparkan karya esai mereka dalam sesi presentasi privat di hadapan dewan juri dan peserta lomba lainnya. Sesi ini menjadi ujian pertama yang cukup krusial karena menuntut setiap tim untuk mampu mempertahankan dan menjelaskan gagasan mereka secara tajam dan meyakinkan. Kedua tim UGM berhasil melewati tahap ini dengan baik dan melanjutkan perjalanan ke babak final, di mana seluruh finalis dari delapan sub bidang tampil bersama dalam sesi presentasi umum untuk memperebutkan gelar juara keseluruhan. Keberhasilan menembus babak final sekaligus membuktikan kualitas gagasan yang diusung kedua tim dari UGM.
Tim BioMaggot-ColorSense yang bertanding di sub bidang Pertanian, Pangan, dan Peternakan terdiri dari Yusuf Leonardi dan Salma Amalia, keduanya dari Fakultas Teknologi Pertanian. Tim ini tampil gemilang di babak final dan berhasil menyabet empat penghargaan sekaligus yaitu Juara Umum 2nd Place Winner, Gold Medal Final, Best Idea, dan Best Team Final. Nama tim ini sendiri mencerminkan inovasi yang diusung, yakni pendekatan berbasis maggot (larva Black Soldier Fly) yang diintegrasikan dengan teknologi pendeteksi warna sebagai solusi dalam pengelolaan limbah organik dan peningkatan nilai tambah di sektor pertanian dan pangan. Koleksi empat penghargaan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa gagasan yang mereka bawa tidak hanya inovatif, tetapi juga dinilai paling komprehensif dan berdampak di antara seluruh peserta.
Di sisi lain, tim Circular Stage System (CSS) yang bertanding di sub bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berhasil meraih Gold Medal sebagai finalis. Tim yang beranggotakan Dinaesy Fadillah Hidayat, Aly Aydeed, dan Nadila Aryani Az-Zalfa dari Fakultas Ilmu Budaya ini mengusung konsep sistem panggung melingkar berbasis prinsip ekonomi sirkular sebagai inovasi kreatif yang bertujuan mengurangi limbah dalam industri pertunjukan dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal. Keberhasilan mereka meraih Gold Medal sebagai finalis mencerminkan kualitas gagasan yang menonjol di bidangnya, meski harus bersaing ketat dengan tim-tim unggulan lainnya dari berbagai universitas.
Capaian kedua tim UGM ini menjadi bukti nyata semangat inovasi yang terus tumbuh di kalangan mahasiswa UGM, serta kemampuan mereka dalam menghasilkan gagasan-gagasan kreatif yang tidak hanya kuat secara akademis tetapi juga relevan dan berdampak bagi masyarakat. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa UGM dari berbagai latar belakang keilmuan, baik dari rumpun sains terapan maupun humaniora, mampu bersaing di tingkat nasional dengan membawa solusi yang beragam namun sama-sama bervisi ke depan. Dengan dua tim yang meraih penghargaan bergengsi dalam satu kompetisi, UGM semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu universitas yang konsisten melahirkan generasi inovator muda yang siap berkontribusi nyata bagi bangsa.
Penulis: Naja Ganiswara Ramadhani
Penyunting: Ahmad Yuana Putra